SENIORITAS DI IPDN
BEGINI KATA REKTOR

Sabtu, 2 Febrruari 2019 , Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri bapak Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, SH, S.Sos, M.Si menyambangi salah satu kampus daerah Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang ada di provinsi Sulawesi Utara. Didampingi Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum Tata Pemerintahan, bapak Prof. Dr. Drs. Muhamad Ilham, M.Si dan Direktur IPDN Kampus Sulawesi Selatan, bapak Dr. Djouhari Kansil, M.Si bersama rombongan lainnya, beliau mengisi Ceramah Umum yang dibagi atas dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan kepada seluruh satuan  Praja dan di sesi kedua Ceramah Umum untuk Civitas Academica IPDN Kampus Sulut.

 

Dalam kunjungannya kali ini, beliau dan rombongan disambut dengan hangat oleh Direktur Akademik IPDN Kampus Sulawesi Utara, bapak Dr. Noudy R.P. Tendean, S.IP, M.Si beserta seluruh satuan Praja baik satuan Madya, Nindya dan seluruh civitas academica IPDN Kampus Sulut. Rombongan memasuki ruangan dengan disambut tarian khas Sulawesi Utara yaitu Tari Maengket yang ditampilkan oleh satuan Madya Putri perwakilan dari beberapa daerah di  Indonesia

Dalam Ceramah Umum siang itu, bapak Rektor menyampaikan ide-ide, pesan, dan himbauannya untuk seluruh peserta Ceramah Umum. Beliau membuka Ceramah Umum dengan topik Senioritas. Ya, Senioritas dan kehidupan sekolah kedinasan memang tak bisa dipisahkan dan menurut beliau, senioritas tetap perlu ada dalam kehidupan Praja IPDN tetapi harus ada boundary atau koridor – koridor yang perlu ditegaskan perihal masalah ini. Senoritas itu tak perlu terlalu strukturalis, kaku. Menurut beliau Senioritas antara senior dan junior seharusnya bersifat Humanis, Dinamis dan Persuasif. Seorang Senior harus berperan sebagai seorang kakak bagi adik juniornya, yang tugasnya mengayomi bukan memerintah. Dilanjutkan beliau, seorang adik (junior) sudah sepatutnya menghormati dan menghargai seorang kakak yang sudah bersikap Preventif, agar tercipta hubungan yang harmonis dan bersifat kemitraan.

2

Efisiensi, merupakan topik lanjutan dalam Ceramah Umum ini. Beliau mengatakan Efisiensi Kerja dalam pelaksanaan tugas kelembagaan adalah faktor kunci keberhasilan pelaksanaanya. Jika sebuah sistem sudah diterapkan sejak lama tetapi orang-orang seperti “gelap mata” melaksanankannya, tanpa melihat apakah sistem itu sudah maksimal atau belum, beliau berkata mengapa sistem tersebut tidak diubah? Pengkajian ulang atas sistem – sistem yang sudah ada perlu dilakukan agar tujuan dan hasil yang didapat bisa maksimal. Misalnya dalam siklus kehidupan Praja dari sore menuju malam hari, jika dari dulu kegiatan Apel Malam dilaksanakan setiap jam 9 malam, selisih 2 jam setelah Makan Malam bersama (Menza) dimulai. Atas pertimbangan efisiensi waktu belajar Praja beliau memutuskan untuk kegiatan Apel Malam digeser ke jam 8, agar setelah Apel Malam Praja dapat melaksanakan Kegiatan Wajib Belajar dan setelah itu dapat melaksanakan Istirahat Malam. Beliau berpesan kepada seluruh Praja, “ Jika kamu memliki wewenang dan kesempatan untuk memperbaiki sebuah sistem yang keliru, lakukan itu! ”. 

Selanjutnya bapak Rektor IPDN yang baru terpilih bulan Desember tahun lalu, setelah sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Hukum Tata Pemerintahan ini menyinggung aspek akademis dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Menurutnya IPDN yang merupakan sekolah vokasi atau sekolah keterampilan juga perlu mengasah segi intelektual individu – individunya. Lebih jauh daripada itu selain pengembangan kemampuan dan intelektual, seorang Praja yang juga merupakan Kader Pelopor Pancasila juga wajib menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari dalam Siklus Kehidupan Praja. Mengikuti Upacara, menyanyikan lagu – lagu wajib nasional, menghafal dan mengamalkan butir – butir Pancasila adalah hal – hal kecil nan esensial yang dapat memicu rasa cinta tanah air.

Menutup Ceramah Umum, bapak Rektor IPDN Prof. Murtir Jeddawi dan Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara bapak Dr. Noudy Tendean bergantian memberikan wejangan dan nasihat sekaligus berbagi pengalaman mereka selama bekerja kepada Praja dan Civitas Academica. Beberapa kutipan menarik yang sempat saya simak dari dua sosok inspirasional ini antara lain ;

“Jangan memutuskan sesuatu berdasarkan ‘kata orang’, ambil keputusan atas dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.”

“Karakter tetap karakter, jangan pernah mengubah siapa dirimu karena perubahan jabatanmu atau desakan keadaan dan dari pihak – pihak tertentu.”

“Ilmu pengetahuan harus diiringi dengan mentalitas yang baik.”

“Mari saling merangkul, bukan saling menjerumuskan.”

“Hindari sifat oportunis dan pragmatis dalam setiap pelaksanaan tugas.”

“Bekerjalah sesuai dengan bidang tugas yang telah dipercayakan kepadamu. Hargai batasan – batasan antar bidang tugas masing – masing, hal itu dapat menghindarkan kita dari perselisihan yang dapat menghambat kinerja kita.”

 

“Tanamkan Prinsip Jabatan Publik sejak dini. Jika kamu dipercayakan pada suatu jabatan atau posisi penting, selalu berpikiran bahwa suatu saat nanti kamu harus menyerahkan tanggung jawab itu kepada orang lain, sambil tetap mengerjakan tugasmu dengan baik dan professional.” 
(Angga M.K. Putra)

@humasipdn_SULUT

#IPDN #PRAJA #KEKERASAN #MERDEKA #SULUT #IGC #EDUCATION

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *